«

»

Jan 01

Print this Post

1 JANUARI: Hari Raya SANTA PERAWAN MARIA BUNDA ALLAH

10420200_301045466771133_4864064963380371387_nHari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah mengingatkan kita akan bidaah (ajaran sesat) tentang Kebundaan Illahi Maria, yang muncul pada abad ke 5.

Pokok ajaran bidaah ini ialah bahwa Maria memang Bunda Yesus, tetapi bukan Bunda Allah.Dalam Konsili Efesus pada tahun 431, ajaran sesat ini dikutuk.

Konsili suci tetap dengan teguh mempertahankan ajaran yang benar, yaitu bahwa Maria adalah Bunda Allah (Theotokos), karena Yesus Anak-nya adalah sungguh-sungguh Allah.

Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah ditetapkan oleh Paus Pius XI pada hari ulang tahun ke-1500 Konsili Efesus tersebut.
Pada kesempatan ini, ada baiknya kita merenungkan makna nubuat nabi Yesaya:

“Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia, Imanuel” (Yes 7:14), dan makna salam Elisabeth kepada Maria yang mengunjunginya: “Diberkatilah engkau diantara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini, sehingga ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:42-43).

Merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah juga berarti bahwa kita mengakui Yesus sebagai “sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh Manusia”.

Kemulian Maria sebagai Bunda Allah adalah cermin kemulian Anaknya, yaitu Yesus, Tuhan dan Penebus umat manusia.

Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem, dan mendampati Maria dan Yusuf serta Bayi yang terbaring di dalam palungan. Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Ketika genap delapan hari umurnya, Anak itu disunatkan, dan Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Dalam Injil-injil Maria dinamakan “Bunda Yesus” (Yoh 2:1; 19:25). Oleh dorongan Roh Kudus, maka sebelum kelahiran Puteranya ia sudah dihormati sebagai “Bunda Tuhan-Ku” (Luk 1:43). la, yang dikandungnya melalui Roh Kudus sebagai manusia dan yang dengan sesungguhnya telah menjadi Puteranya menurut daging, sungguh benar Putera Bapa yang abadi, Pribadi kedua Tritunggal Maha kudus. Gereja mengakui bahwa Maria dengan sesungguhnya Bunda Allah [Theotokos, Yang melahirkan Allah]. (dari sumber Katekismus Gereja Katolik)
+++

Post Scriptum:
Maria adalah puteri dari Sto. Yoakim dan Sta. Anna, yang diperoleh ketika keduanya telah berusia lanjut. Maria dikandung tanpa noda dosa, sesuai dengan iman Katolik akan rencana Allah yang besar, yang dirayakan pada setiap tanggal 8 Desember, dan dilanjutkan dengan kelahiran Maria yang dipestakan setiap tanggal 8 September.

Ketika berusia tiga tahun, Sto. Yoakim dan Sta. Anna membawa Maria ke Yerusalem untuk dipersembahkan kepada Allah dan peristiwa ini selalu diperingati pada tanggal 21 November. Maria hidup seturut kehendak Allah, dan ia kemudian dipertunangkan dengan Sto. Yusuf.

Pada suatu hari, Allah mengutus Sto. Gabriel, untuk menyampaikan Kabar Sukacita akan peristiwa Inkarnasi Kristus ke dunia, yang dirayakan setiap tanggal 25 Maret. Maria mempercayai semua yang disampaikan oleh Sto. Gabriel, dan ia mengandung Yesus. Seteleh beberapa waktu, Maria mengunjungi Sta. Elisabeth, saudaranya, yang juga sedang mengandung Sto. Yohanes Pembaptis. Setelah Sto. Yohaes Pembaptis lahir, Maria kembali ke Nazareth. Maria tetap diterima oleh Sto. Yusuf, yang juga telah didatangi oleh Sto. Gabriel. Ketika dilakukan cacah jiwa, Sto. Yusuf membawa Maria untuk pergi bersamanya menuju Bethlehem.

Saat tiba di Bethlehem, tibalah waktunya bagi Maria untuk melahirkan, dan karena penginapan yang penuh, Maria melahirkan disebuah kandang domba. Sto. Yusuf kemudian membawa Maria dan Yesus pergi ke Mesir atas petunjuk Malaikat Allah. Setelah kembali dari Mesir, Maria dan Sto. Yusuf rutin untuk berziarah di Yerusalem. Diyakini juga bahwa Sto. Yusuf meninggal lebih dahulu, sehingga Maria membesarkan Yesus sendiri. Maria mengikuti Yesus sampai Yesus wafat, bangkit dan naik ke surga. Maria kemudian tinggal bersama Sto. Yohanes yang diberikan tugas oleh Yesus untuk menjaga ibu-Nya. Tidak diketahui apakah Maria mengalami kematian atau tidak, tetapi umat Katolik meyakini Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya di Efesus atau di Yerusalem, dan peristiwa ini dirayakan setiap tanggal 15 Agustus.

Dalam beberapa kesempatan juga Bunda Maria menampakan dirinya kepada orang-orang tertentu serta memberikan pesan kepada mereka. Gereja Katolik sangat berhati-hati dalam menanggapi peristiwa ini dan tidak semua peristiwa yang dilaporkan diakui oleh Gereja akan keasliannya.

Sumber:
http://www.imankatolik.or.id/
http://santosantagereja.blogspot.com/

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/1-januari-hari-raya-santa-perawan-maria-bunda-allah/

Leave a Reply