«

»

Jan 13

Print this Post

Bagaimanapun Juga, Tetap Menghormati Imam dan Tubuh Kristus

in persona christi1Konteks dari permenungan ini adalah penyelewengan-penyelewengan dalam perayaan Ekaristi. Sering kali kita mengeluh atau sekurang-kurangnya mendengar keluhan tentang imam-imam yang tidak menaati rubrik Misa. Entah itu karena kesengajaan atau ketidaktahuan, ada saja imam yang menambah, mengurangi, atau mengubah doa, bacaan, dan gerak-gerik atau posisi badan yang telah ditentukan oleh rubrik. Tidak terkecuali ada saja imam yang berpakaian liturgi sesuka hati, misalnya hanya memakai stola saat merayakan Misa. Melihat dan mendengar penyelewengan liturgi seperti ini membuat kita sedih bahkan jengkel yang akhirnya membuat kita bergulat dengan pikiran kita tentang bagaimana kita harus bersikap.

Kita tidak bisa lepas dari pikiran negatif yang muncul karena penyelewengan-penyelewengan liturgi yang dilakukan oleh para imam, tetapi kita bisa melampauinya. Penyelewengan tetaplah penyelewengan, kita tidak bisa membenarkannya. Yang bisa kita lakukan adalah mengolah pikiran negatif kita supaya kita tidak jatuh dalam dosa.

in persona christi3Yang pertama kita perlu tekankan adalah bahwa imam bertindak in persona Christi. Ini yang sulit kita cerna. Kita tidak habis berpikir mengapa imam berbuat seenaknya, padahal ia harus bertindak in persona Christi. Tetapi, Yesus telah memilih dan tetap bertindak lewat imamnya dalam keadaan apapun. Kuasa Yesus melampaui kelemahan imamnya. Kuasa Yesus tidak tergantung pada baik buruk imamnya. Yesus telah memilih dan menahbiskan imamNya dan Ia tidak akan meninggalkan mereka. Jika kita berada dalam situasi yang tidak seperti kita inginkan, kita perlu mengatakan pada diri kita, bahwa kita datang untuk bertemu dengan Tuhan. Ini sekurang-kurangnya membuat kita tenang selama Misa, meskipun penyelewengan liturgi amat kelihatan.

Ada seorang imam yang mengusulkan untuk menutup mata ketika imam nyata-nyata melakukan penyelewengan liturgi di depan altar, supaya kita tidak melihatnya. Bagaimana dengan pendengaran? Diimbangi dengan doa reparasi misalnya mengulang-ulang doa singkat seperti “Tuhan kasihanilah kami.”

in persona Christi2Yang kedua, kita perlu tahu bahwa sakramen itu memberikan dampak atau berfungsi karena ex opere operato (dari perbuatan yang dilakukan), jadi tidak tergantung pada baik buruknya seorang imam. Sejauh, dalam konteks Misa, imam mengkonsekrasikan hosti dan anggur yang sesuai dengan aturan dan mengucapkan kata-kata konsekrasi dengan benar, hosti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Kita berada di hadapan Tuhan. Dia patut mendapatkan penghormatan yang terbaik dan terbesar dari kita. Jika kita dihantaui oleh pikiran negatif terhadap imam yang ada di hadapan altar karena tidak becus dengan rubrik Misa, kita perlu mengalihkan pikiran kita kepada Yesus yang sekarang ada di hadapan kita. Berlututlah dan berikanlah Dia sembah sujudmu. Ucapkanlah doa dalam hatimu memohon belaskasihanNya.

Kedua kebenaran inilah – imam bertindak in persona Christi dan sakramen sah terjadi karena ex opere operato – perlu kita pegang erat untuk mampu melampaui pikiran dan perasaan kita yang negatif akibat menyaksikan penyelewengan-penyelewengan liturgi.

Mengatakan demikian, ini sama sekali bukan membenarkan imam-imam untuk tetap melakukan penyelewengan-penyelewengan liturgi. Tuhan tetap akan meminta pertanggungjawaban dari para imamNya. Sebagai imam kita perlu bertobat karena telah menciptakan skandal di tengah-tengah umat. Kita seharusnya menguatkan iman mereka lewat pelayanan sakramen yang kita lakukan, tetapi karena kesombongan, ketidaktaatan, kelalaian, kita telah membuat umat terguncang imannya bahkan berdosa karena penyelewengan-penyelewengan liturgi ,kita membuat mereka berpikir buruk tentang kita bahkan memaki kita dalam hati. Sekiranya kita menyadari bahwa karena penyelewengan-penyelewengan yang kita lakukan, kita membahayakan keselamatan jiwa umat dan keselamatan jiwa kita sendiri, ke depannya kita akan serius dengan liturgi.

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/bagaimanapun-juga-tetap-menghormati-imam-dan-tubuh-kristus/

Leave a Reply