«

»

Jan 14

Print this Post

BULAN – BULAN BERDEVOSI

Fratres,

Setelah sajian artikel “HARI – HARI BERDEVOSI”, kini kami hadirkan kembali artikel “BULAN – BULAN BERDEVOSI”.

Perziarahan Gereja selama  2000 tahun tidak terlepas dari praktik kesalehan umat setempat. Gereja memandangnya sebagai suatu yang baik dan dapat menumbuhkan semangat beriman. Gereja Katolik yang Kudus mendedikasikan bulan januari  sampai bulan desember kepada Allah dan Para Kudus  guna menghayati karya penyelamatan Allah lewat devosi – devosi pada bulan tertentu.

  1. Bulan Januari

Menurut kalender Liturgi Tradisional – Misale Romanum 1962 (Oleh Paus St. Yohanes XXIII), peringatan wajib ini dirayakan pada tanggal 2 Januari. Peringatan ini sempat dihapus dalam pembaharuan liturgi (Misa Novus Ordo). Bulan maret 2002 peringatan wajib ini dimasukkan kembali sebagai peringatan fakultatif dan diperingati pada tanggal 3 Januari

Devosi kepada Nama Kudus berakar dalam Kitab Suci, terutama dalam Kisah Para Rasul. Devosi ini dipromosikan secara khusus oleh St Bernard, St. Bernardinus dari Siena, St. Yohanes Capistrano dan oleh Ordo Fransiskan. Diperluas ke seluruh Gereja pada tahun 1727 selama kepausan  Innocent XIII. Bulan Januari secara tradisional  didedikasikan untuk Nama Yesus.

  1. Bulan Februari

Bulan februari didedikasikan untuk Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep. Devosi Keluarga Kudus ini dimulai pada abad ke- 17. Devosi ini dimulai di Kanada dan Prancis: Asosiasi Keluarga Kudus didirikan di Montreal tahun 1663, dan oleh Putri Keluarga Kudus di Paris tahun 1674. Devosi ini tersebar dan pada tahun 1893, Paus Leo XIII merestui devosi ini. Pesta ini disambut baik  sebagai sarana efektif untuk membawa orang – orang Kristen mencontohi Keluarga Kudus Nazaret, dan pemulihan semangat kehidupan keluarga.

Dalam kata-kata Paus Leo XIII, “Tidak ada yang benar-benar bisa lebih baik atau ampuh bagi keluarga Kristen untuk merenungkan kehidupan Keluarga Kudus, yang mencakup kesempurnaan dan kelengkapan semua kebajikan dalam berumah tangga.”

  1. Bulan Maret

Bulan Maret didedikasikan untuk St. Yosep. Tanggal 19 maret sepanjang tahun, Gereja merayakan Pesta St. Yosep yang diyakini sebagai hari kematiannya. Pesta ini ditetapkan pada abad ke-15 dan diperluas ke seluruh Gereja oleh Paus Gregorius XV pada tahun 1621. Pada 8 Desember 1870, Paus Pius IX menaikkan tingkat perayaan dari tingkat pesta menjadi Hari Raya.

  1. Bulan April

Gereja Katolik mendedikasikan bulan april untuk Sakramen Maha Kudus. Sejak abad ke – 16, Umat Katolik telah melakukan kesalehan seluruh hari dalam bulan untuk ibadat khusus. Gereja tradisional mendorong di bulan april untuk meningkatkan devosi kepada Yesus dalam Ekaristi kudus. “Dalam Ekaristi, Putera Allah datang untuk menjumpai kita dan menghendaki untuk menjadi satu dengan kita. Adorasi Ekaristi adalah konsekuensi yang kodrati dari perayaan Ekaristi, yang adalah ibadah Adorasi tertinggi bagi Gereja. Menerima Ekaristi artinya menyembah Dia yang kita terima. Hanya dengan cara ini kita menjadi satu dengan Dia, dan kita diberikan, seolah-olah, kesempatan mencicipi keindahan liturgi surgawi. Ibadah Adorasi di luar Misa memperpanjang dan memperdalam semua yang terjadi di sepanjang perayaan liturgi itu sendiri. Sungguh, hanya dalam penyembahanlah, penerimaan yang mendalam dan tulus akan bertumbuh dewasa. Perjumpaan pribadi dengan Tuhanlah yang memperkuat misi sosial yang terkandung dalam Ekaristi, yang meruntuhkan tidak saja dinding-dinding yang memisahkan Allah dengan diri kita, tetapi juga dan secara khusus, dinding-dinding yang memisahkan kita satu sama lain.” (SC, 66) – Paus Benediktus XVI

  1. Bulan Mei

Gereja Katolik mendedikasikan bulan Mei untuk Bunda Maria. Pada tahun 1809, Paus Pius VII ditangkap oleh para serdadu Napoleon, dan dipenjara. Di dalam penjara, Paus memohon dukungan doa Bunda Maria, agar ia dapat dibebaskan dari penjara. Paus berjanji bahwa jika ia dibebaskan, maka ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria. Lima tahun kemudian, pada tanggal 24 Mei, Bapa Paus dibebaskan, dan ia dapat kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen. Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal, dan ketika Paus Pius IX mengumumkan dogma “Immaculate Conception/ Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda” pada tahun 1854, devosi bulan Mei sebagai bulan Maria telah dikenal oleh Gereja universal.

  1. Bulan Juni

Bulan Juni didedikasikan untuk Hati Kudus Yesus. Gereja merayakan Pesta Hati Kudus Yesus pada hari Jumat setelah Minggu kedua setelah Pentakosta. Selain perayaan liturgi, banyak devosi yang berhubungan dengan Hati Kudus Yesus. Dari semua devosi, devosi kepada Hati Kudus itu, dan tetap, salah satu yang paling luas dan populer di Gereja.

Dipahami dalam terang Kitab Suci, istilah “Hati Kudus Yesus” menunjukkan seluruh misteri Kristus, totalitas keberadaannya, dan pribadi-Nya yang paling intim penting: Anak Allah, kebijaksanaan diciptakan; amal yang tak terbatas, pokok keselamatan dan pengudusan umat manusia. Hati Kudus adalah Kristus, Firman yang menjelma, Juruselamat, intrinsik mengandung, dalam Roh, kasih ilahi-manusia yang tak terbatas untuk Bapa dan saudara-saudaranya.

  1. Bulan Juli

Bulan juli didedikasikan untuk Darah Mulia. Pesta Darah Mulia Tuhan kita disahkan pada tahun 1849 oleh Paus Pius IX. Para Bapa Gereja mengatakan bahwa Gereja lahir dari sisi luka Kristus, dan bahwa sakramen-sakramen yang melahirkan melalui Darah-Nya.

“Bapa yang kekal, ku persembahkan kepadaMu tubuh dan darah, jiwa dan Keallahan Putera-Mu yang terkasih Tuhan kami Yesus Kristus sebagai perdamaian untuk dosa kami dan seluruh dunia” – Doa Koronka

  1. Bulan Agustus

Gereja mendedikasikan bulan agustus untuk Hati Maria yang tidak bernoda. Sejak abad ke – 16, praktik kesalehan dilakukan secara khusus di bulan agustus dalam ibadat khusus. Devosi ini juga diterima oleh Visioner dari Fatima yang bernama Lucia di biara Tuy, Spanyol pada tagyb 1925 dan 1926. Bunda Maria meminta praktek sabtu pertama dalam bulan untuk membantu menebus pelanggaran yang dilakukan terhadap hatinya dengan hujatan dan tidak berterima kasih oleh manusia. Pada tanggal 31 Oktober 21942, Paus Pius XII mengkonsekrasikan Gereja dan seluruh dunia kepada Hati Maria yang tidak bernoda.

  1. Bulan September

Gereja mendedikasikan bulan September untuk tujuh duka Bunda Maria. “Maria adalah Ratu Para Martir, oleh karena kemartirannya jauh lebih lama dan lebih dahsyat dari yang diderita semua martir lainnya.” Oleh St. Alfonsus Maria de Liguori.

Tujuh duka Bunda Maria:

  • Dukacita Pertama: Nubuat Nabi Simeon
  • Dukacita Kedua: Melarikan Yesus ke Mesir
  • Dukacita Ketiga: Hilangnya Yesus di Bait Allah
  • Dukacita Keempat: Perjumpaan Bunda Maria dengan Yesus saat Ia Menjalani Hukuman Mati
  • Dukacita Kelima: Yesus Wafat
  • Dukacita Keenam: Lambung Yesus Ditikam dan Jenazah-Nya Diturunkan dari Salib
  • Dukacita Ketujuh: Yesus Dimakamkan
  1. Bulan Oktober

Gereja Katolik mendedikasikan bulan oktober sebagai bulan Rosario suci. Dalam tahun 1571 sebuah armada Turki yang luar biasa besar berlayar menuju Eropa. Sasarannya menaklukkan Kota Abadi Roma. Dari pihak Eropa dikerahkan sebuah armada gabungan, namun kecil jumlahnya dan sederhana persenjataannya, dipimpin oleh Don Yuan dari Austria. Waktu itu Pimpinan Gereja tertinggi adalah Paus Pius V. Beliau menyerukan kepada semua orang Katolik di Eropa untuk memohon bantuan Bunda Allah dengan gelarnya Pertolongan Orang Kristen dengan berdoa rosario tanpa henti. Dalam saat-saat yang amat kritis, pada saat pertempuran berat sebelah dan armada Kristen tak berdaya, tiba-tiba angin yang amat besar datang dan bertiup menerjang armada Turki. Armada yang kuat itu tenggelam dan hancur berantakan. Kemudian utusan Don Yuan tiba di Roma membawa berita gembira tersebut tanggal 7 Oktober 1571. Satu hari penuh dipersembahkan untuk menghormati Bunda Maria Bunda Segala Kemenangan. Tahun berikutnya 7 Oktober ditetapkan sebagai Pesta Ratu Rosario Yang Tersuci. Pada tahun 1815, seruan Santa Perawan Maria Pertolongan Orang Kristen ditambahkan dalam Litani Bunda Maria dari Loretto.

  1. Bulan November

Bulan November didedikasikan untuk jiwa – jiwa Kudus di Api penyucian. Gereja memperingati semua anak setia yang telah berpulang dari kehidupan ini, tetapi belum mencapai sukacita surgawi.  Gereja selalu mengajarkan kita untuk berdoa bagi orang-orang yang telah pergi ke dalam kekekalan. Bahkan dalam Perjanjian Lama doa dan sedekah yang dipersembahkan  bagi jiwa-jiwa orang mati telah dipraktekkan (Kitab 2 Makabe 12: 38-45)

  1. Bulan Desember

Gereja mendedikasikan bulan Desember untuk Bunda Maria yang dikandung tanpa noda. Tepatnya pada tanggal 8 Desember Gereja merayakannya secara meriah. Bunda Maria dikandung tanpa noda karena Allah mengkehendaki  takhta diriNya suci, sebab Ia adalah suci.

Sumber: https://spesalvifactisumus.wordpress.com/2015/01/13/bulan-bulan-berdevosi/

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/bulan-bulan-berdevosi/

Leave a Reply