«

»

Jan 01

Print this Post

Dalam Nama Yesus (Introitus – hari Minggu sesudah Oktaf Natal)

DOMINICA

a die 2 ad diem 5 ianuarii occurrenti

SS.Mi Nominis Iesu

Introitus

kemuliaan Nama Yesus

In nómine Iesu omne genu flectátur, coeléstium, terréstrium et infernórum: et omnis lingua confiteátur, quia Dóminus Iesus Christus in glória est Dei Patris (Phil 2:10-11).

Dómine, Dóminus noster, quam admirábile est nomen tuum in univérsa terra! (Ps. 8:2)

Glória Patri, et Fílio, et Spirítui Sancto. Sicut erat in princípio, et nunc, et semper, et in saecula saeculórum. Amen

In nómine Iesu omne genu flectátur, coeléstium, terréstrium et infernórum: et omnis lingua confiteátur, quia Dóminus Iesus Christus in glória est Dei Patris.

Dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit, di bumi dan di bawah bumi: dan segala lidah mengaku bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah kemuliaan Allah Bapa (Fil 2:10-11)

Ya TUHAN, Allah kami, betapa mengagumkan Nama-Mu di seluruh bumi! (Maz 8:2).

Kemuliaan….

Di bawah Nama Yesus hendaklah semua bertekuk lutut, baik yang di surga (malaikat), di bumi (manusia), dan di bawah bumi (setan).

Di bawah Nama Yesus hendaklah semua bertekuk lutut, baik yang di surga (malaikat), di bumi (manusia), dan di bawah bumi (setan).

Renungan Singkat:

Pesta Nama Yesus yang Tersuci dirayakan pada hari Minggu sesudah Oktaf Natal untuk Misa Forma Ekstraordinaria atau 3 Januari untuk Misa Forma Ordinaria. Nama Yesus yang Tersuci merujuk pada penggunaan teologis dan devosional dari nama Yesus. Penghormatan dan kecintaan terhadap Nama Yesus yang Mahasuci itu bisa ditelusuri sampai ke awal mula Gereja.

Antifon Pembukaan yang diambil dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi adalah salah satu bukti bahwa penghormatan terhadap Nama Yesus yang Tersuci sudah ada di jaman para rasul.

“Dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan.”

Nama Yesus mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan. Rasul Petrus menyembuhkan orang lumpuh dengan Nama Yesus:

Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” (Kis 3:6).

Nama Yesus membantu kita dalam pergulatan rohani. Yesus mengampuni dosa, dan dengan menyerukan NamaNya yang Suci, dosa-dosa kita akan selalu diampuni. Rasul Petrus berkata:

“Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan” (Kis 2:21).

Yesus menghendaki segala permintaan kita kepada Bapa melalui NamaNya:

“Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu” (Yoh 16:23-24).

Dan apapun yang kita lakukan, kita perlu melakukannya atas Nama Yesus sebagaimana Rasul Paulus menulis:

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita” (Kol 3:17).

Dalam liturgi, setiap doa diakhiri dengan ungkapan berikut: “Dengan pengantaraan Yesus Kristus Tuhan kami…”

Nama Yesus itu sendiri mempunyai arti: YAHWE menyelamatkan. Jadi kita mempunyai alasan untuk menghormati Nama Yesus. Contohnya: sudah menjadi tradisi Gereja, ketika kita mengucapkan nama Yesus, kita menundukkan kepala sebagai tanda hormat dan cinta kita kepada Yesus.

Dalam perjalanan sejarah, muncul penghormatan terhadap monogram IHS yang dipakai untuk melambangkan Nama Yesus yang Tersuci itu. Monogram IHS itu dapat merujuk kepada atau merupakan singkatan dari ΙΗΣΟΥΣ (nama Yesus dalam bahasa Yunani), IHESUS (Latin), atau dalam perkembangan selanjutnya diartikan bahwa IHS itu singkatan dari “Iesus Hominum Salvator” (Yesus Penyelamat Manusia) atau “In Hoc Signo Vinces” (Dalam Tanda ini kamu akan Menang).

Kita juga mengenal Litani Nama Yesus yang Tersuci yang bisa menjadi sarana devosi terhadap Nama Yesus. Paus Pius IX pada tahun 1862 menyetujui litani Nama Yesus yang Tersuci, yang mana Paus Leo XIII meminta seluruh Gereja mendoakan litani itu, sebab beliau ingin Nama Yesus semakin dihormati dan dicintai oleh umat pada saat Nama Yesus yang mulia itu dihina. Perlu kita tahu bahwa ketika kita mendoakan Litani Nama Yesus yang Mahasuci, kita mendapatkan indulgensia sebagian atas dosa-dosa kita. Litani ini juga membantu kita menyucikan diri kita dan menguatkan kita dalam pergumulan hidup kita di dunia ini.

Untuk mendapatkan Litani Nama Yesus yang Tersuci itu (Latin dan bahasa Indonesia) silahkan diklik dokumen ini: LITANI NAMA YESUS YANG TERSUCI .

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/dalam-nama-yesus-introitus-hari-minggu-sesudah-oktaf-natal/

Leave a Reply