«

»

Jan 13

Print this Post

IBADAT MATUTINUM

Ibadat Matutinum atau Ibadat Bacaan dapat dilakukan pada jam berapapun. Ibadat Bacaan terdapat bacaan Sabda untuk tahun I dan tahun II.Cara untuk membedakan suatu tahun menggunakan bacaan tahun I atau II adalah dengan melihat apakah tahun tersebut ganjil atau genap.Jika ganjil maka tahun I, genap tahun II.Pergantian bacaan singkat tahun I atau II terhitung dari mulainya masa Adven.Jika tahun ini genap, maka ketika memasuki masa adven kita langsung menggunakan bacaan singkat tahun I, begitu juga sebaliknya.

Dalam suatu ibadat, jika sudah mengawali dengan pembukaan ibadat harian (Pendarasan mazmur 94(95)) dan akan melanjutkan ibadat lainnya, maka langsung dilanjutkan dengan madah di Ibadat yang bersangkutan. Tetapi jika Ibadat Pembukaan dilakukan bukan pada waktu yang sama untuk melanjutkan ibadat lainnya, maka Ibadat  selalu didahului dengan doa sambil melakukan tanda salib:

Pemimpin:       Ya Allah, bersegeralah menolong aku

Umat:              Tuhan perhatikanlah hamba-Mu

Lalu dilanjutkan dengan doa Kemuliaan dan diakhiri dengan pengucapan Alleluia. Pada masa prapaska, Alleluia tidak diucapkan. Setelah Melakukan pembukaan ibadat bacaan, maka dilanjutkan dengan Madah yang tercantum di Lingkaran satu pekan atau pada Masa Liturgi, dan rumus-rumus khusus untuk merayakan peristiwa penting Gereja.

Madah selalu boleh diganti dengan nyanyian lain.Sehabis madah langsung dilanjutkan dengan Mazmur – mazmur dengan antifona yang selalu berubah setiap harinya sesuai dengan lingkaran empat pekan dan atau terdapat di rumus khusus.Sesudah pendarasan Mazmur, bacaan yang pertama diambil dari bacaan I atau II, dan bacaan yang kedua boleh diambil dari buku – buku dan karangan rohani yang ada.Bacaan hendaknya disusul oleh renungan atau nyanyian, jika keadaan mengizinkannya.

Ada yang istimewa dari ibadat bacaan, tak lain adalah Madah “Allah Tuhan Kami” yang selalu dinyanyikan dalam Misa Tutup tahun( 31 Desember), dan jika dalam keadaan berahmat maka mendapatkan anugerah indulgensi!. Madah “Tuhan Allah Kami” didaraskan dalam Ibadat bacaan sesudah bacaan Singkat.Madah ini didaraskan pada Hari Minggu diluar masa prapaska, pada hari raya dan pesta.

Madah Tuhan Allah Kami

Allah Tuhan kami *
Engkau kami puji dan kami muliakan.
Bapa yang kekal abadi, *
seluruh bumi bersembah sujud pada-Mu.
Bagi-Mu semua malaikat bermadah, *
seluruh isi surga bernyanyi.
Bagi-Mu kerubim dan serafim, *
tak kunjung putus melambungkan pujian:

Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, *
Allah segala kuasa.
Surga dan bumi, *
penuh kemuliaan-Mu.
Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur, *

rombongan para nabi berbakti.
Kepada-Mu barisan para martir berkorban, *
dengan mempertaruhkan nyawa.
Kepada-Mu Gereja kudus beriman, *

tersebar di seluruh dunia.
Ya Bapa yang mahakuasa, *
pencipta semesta alam.

Putra sejati yang terpuji, *
Putra Bapa yang tunggal.
Roh Kudus, cahaya mulia, *
penghibur umat beriman.
Engkaulah raja agung, ya Kristus, *
Engkaulah Putra Allah yang hidup.

Engkau sudi dikandung Santa Perawan, *
menjadi manusia demi keselamatan kami.
Engkau mematahkan belenggu maut, *
membuka pintu kerajaan surga bagi kami.

Engkau bertakhta mulia di sisi Bapa, *
mengadili umat manusia.
Kami mohon lindungilah hamba-hamba-Mu, *
yang Kau tebus dengan darah-Mu sendiri.
Sambutlah kami bersama para kudus, *
dalam kemuliaan abadi.

( )Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, *
dan berkatilah milik pusaka-Mu.
Bimbinglah kami semua, *
dan muliakanlah untuk selamanya.
Setiap hari kami meluhurkan Dikau, *

kami memuji nama-Mu sepanjang masa.
Ya Tuhan, sudilah menjaga kami, *
agar senantiasa luput dari dosa.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, *
kasihanilah kami.

Limpahkanlah kasih setiaMu kepada kami, *

Sebab kami berharap keadaMu
Kepada-Mu kami percaya, ya Tuhan, *
kami takkan kecewa selama-lamanya.

Pada Madah “Tuhan Allah Kami” terdapat bagian yang bertanda ( ), yang berarti boleh dilewati, namun alangkah baiknya didaras atau dinyanyikan semua. Sesudah Madah didaraskan, maka langsung dilanjutkan dengan doa penutup dengan ajakan “Marilah berdoa” jika dalam perayaan bersama. Doa penutup sudah ada pada bagian tetap Lingkaran empat pekan atau pada rumus – rumus untuk merayakan hari Gereja.

Jika doa  diarahkan kepada Allah Bapa pada doa Penutup, maka diakhiri dengan:

Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

Bila doa diarahkan kepada Sang Putera (atau bila Putera disebutkan dalam doa yang diarahkan kepada Bapa):

Sebab Engkaulah (Sebab Dialah) pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

Ibadat bacaan ditutup, sekurang – kurangnya dalam perayaan bersama sambil melakukan tanda salib sebagai berikut:

Pemimpin:       Mari memuji Tuhan

Umat:              Syukur kepada Allah

Kalau Ibadat bacaan langsung mendahului ibadat lain, maka madah ibadat lain itu dapat dinyanyikan pada awal ibadat bacaan. Lalu pada akhir ibadat bacaan ditiadakan doa penutup dan seruan “Mari memuji Tuhan”. Ibadat yang menyusul itu langsung mulai dengan pendarasan mazmur.

sumber: http://spesalvifactisumus.wordpress.com/2015/01/08/ibadat-natutinum/

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/ibadat-matutinum/

Leave a Reply