«

»

Feb 21

Print this Post

Ketika harga ikan membatalkan pantang daging

ikan4Seorang teman tetap makan daging dengan santai di hari Rabu Abu. Alasannya karena harga ikan jauh lebih mahal dari pada daging. Mengapa biaya hidup harus lebih mahal saat berpantang? Bukankah kita harus mengurangi pengeluaran, sehingga kita bisa beramal kepada orang lain?

Menanggapi keberatan seperti itu, cukuplah kita mengatakan bahwa di hari berpantang kita tidak wajib makan ikan. Jika ikan lebih mahal dari daging, jangan dibeli. Cukup makan sayur saja. Di tempat lain ikan dianggap daging.

Kita kadang mencari seribu satu alasan untuk membenarkan ketidaktaatan kita terhadap aturan Gereja daripada memikirkan keindahan dan manfaat dibalik berpantang dan berpuasa.

Ketika kita mulai menyepelehkan kebiasaan Gereja tentang puasa dan pantang, mungkin kita perlu menyadari bahwa kita keras kepala dan sombong. Saatnya kita untuk bertobat. Lantas mungkin kita bertanya: apakah pantang dan puasa akan membuat kita rendah hati dan taat? Sekurang-kurangnya ada keinginan bahwa kita mau berubah. Sekurang-kurangnya ada tanda bahwa kita mau belajar taat dan rendah hati. Sekurang-kurangnya kita terbantu dalam pertobatan kita.

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/ketika-harga-ikan-membatalkan-pantang-daging/

Leave a Reply