«

»

Apr 30

Print this Post

Melihat dari jauh

children at MassMelihat foto di mana tiga anak perempuan berkerudung, berlutut memperhatikan apa yang sedang berlangsung di altar dari jauh, mengingatkan saya akan kisah penyaliban Tuhan Kita Yesus Kristus di mana beberapa perempuan melihat dari jauh (cf. Matius 27:55 dan paralelnya).

Melihat dari jauh adalah salah satu sikap yang dapat membantu kita mengikuti Kurban Misa (Bentuk Ekstraordinaria) dengan khusyuk. Struktur fisik dari panti imam sudah memberikan indikasi untuk mengikuti Kurban Misa dari jauh. Indikasi pertama adalah letak altar yang lebih tinggi yang mengingatkan kita akan Golgota. Kedua, adanya pembatas – yang juga berfungsi tempat berlutut untuk menerima komuni – di depan panti imam yang menyatakan bahwa hanya imam dan pelayan Misa yang diperkenankan masuk panti imam. Kedua indikasi ini hendak menyatakan bahwa kita perlu menjaga jarak dari altar.

Dengan menjaga jarak dari altar, kita menyatakan kerendahan hati kita. “Siapakah saya ini yang berani mendekati altar Tuhan yang kudus?” Ini mungkin yang ada di dalam hati pemungut cukai yang datang ke Bait Allah dan berdiri jauh-jauh berdoa bahkan tidak berani menengadah ke langit. Yesus memuji dan membenarkan sikap pemungut cukai ini (cf. Lukas 18:9-14).

Selain itu, menjaga jarak atau melihat dari jauh justru membuat keinginan kita mendekati Tuhan semakin kuat, tetapi kita menyadari bahwa selama kita masih bersiarah di dunia ini harapan itu belum terpenuhi sepenuhnya, meskipun kita sudah mulai mengalaminya dan mempunyai gambaran sedikit tentang perjumpaan itu.

Terakhir, melihat dari jauh membuat kita berpikir bahwa Tuhan-lah yang mengundang kita, mendekati kita dan akhirnya membawa kita ke tempat-Nya. Kita perlu semakin menyadari – dengan pikiran dan perbuatan – bahwa ternyata Tuhan-lah yang banyak kali melakukan sesuatu untuk kita. Dan tidak hanya itu saja, ketika Tuhan melakukan sesuatu untuk kita, Tuhan juga memampukan kita melakukan untuk sesuatu atau melakukan yang sama. Dengan demikian jika ada sesuatu yang kita lakukan, itu semata-mata karena Tuhan memampukan kita melakukannya.

Kita pergi menerima Tubuh Kristus karena Tuhan telah membuat kita layak (lewat Sakramen Pengakuan) dan karena Tuhan mengundang kita. Kita berlutut, menunggu Tuhan datang kepada kita.

Dan kadang melihat Tuhan dari jauh sudah lebih dari cukup – artinya menghadiri Kurban Misa, mencukupkan diri melihat dan menyembah Tubuh dan Darah Kristus tanpa menerima-Nya, karena kita dalam keadaan berdosa berat atau ada halangan lainnya seperti belum komuni pertama, atau tidak puasa satu jam sebelumnya.

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/melihat-dari-jauh/

Leave a Reply