«

»

May 16

Print this Post

Mengkontemplasikan Kurban Misa (1)

Screen Shot 2015-05-16 at 10.53.55

Setelah berbicara tentang beberapa sikap yang mendukung dalam menghadiri Kurban Misa (Forma Ekstraordinaria) – yaitu (silahkan klik sikap yang hendak dibaca lebih lanjut): 1) menyembah dan merendahkan diri di hadapan Tuhan 2) hadir dan memercayakan diri dalam Mistery 3) memikirkan bahwa saat mengikuti Kurban Misa, kita sedang menghadiri peristiwa penyelamatan Tuhan Kita Yesus Kristus, dan 4) melihat dari jauh sambil merindukan Tuhan yang akan datang menyapa kita, – kita pelan-pelan mengkontemplasikan (memandang, merenungkan, dan berdoa) Kurban Misa itu sendiri. Sebagai alat bantu, kita akan menggunakan video di mana kita melihat Kurban Misa dari jauh.

Beberapa catatan tentang cuplikan-cuplikan video yang akan kita gunakan. Pertama, Kurban Misa yang sedang berlangsung adalah Missa cantata artinya Misa yang dinyanyikan tanpa kehadiran diakon dan subdiakon. Jenis Misa lainnya adalah Missa solemnis (Misa yang dinyanyikan di mana imam didampingi oleh diakon dan subdiakon) dan Missa lecta (bagian-bagian yang seharusnya dinyanyikan dibacakan oleh imam dan tentunya tidak ada diakon dan subdiakon). Kedua, menurut kalender liturgi, Misa sedang berlangsung pada hari Minggu keenam sesudah Pentekosta (Dominica sexta post Pentecosten). Dengan demikian warna liturgi adalah hijau. Kita perhatikan bahwa busana dari putra-putra altar hampir sama modelnya dengan yang dipakai di Indonesia. Ketiga, Kurban Misa ini berlangsung di kota Berlin, German, di paroki st Afra yang dipercayakan kepada Institut St Philipp Neri.

Kontemplasi kita akan Kurban Misa dimulai dengan masuknya imam ke panti imam yang diiringi dengan alunan musik organ. Sikap badan yang diharapkan adalah berdiri. Sambil mendengarkan musik organ dan melihat imam yang berjalan menuju altar atau masuk panti imam, kita bisa memikirkan dan merenungkan Yesus yang sedang pergi ke taman Getsemani bersama murid-muridNya untuk berdoa. Yesus meminta murid-muridNya dan juga kita untuk berjaga-jaga sambil berdoa. Jadi selama Misa, kita akan berdoa bersama Yesus kepada Bapa di Surga.

Sebenarnya kita sudah ada dalam suasana doa sebelum Misa mulai bahkan ketika kita masih mempersiapkan diri di rumah untuk pergi ke gereja. Meskipun kita tidak sedang berdoa, tetapi hati dan pikiran kita sudah mengarah kepada Kurban Misa yang adalah Kurban Tuhan Kita Yesus Kristus.

Dengarkan semangat musik organ yang menyatakan semangat dan keputusan kita untuk menghadiri Kurban Misa. Kita bisa mendengarkan musik organ kapan saja yang membuat kita merindukan datangnya hari Minggu, hari di mana kita menghadiri Kurban Misa. Kita bisa mengingat kembali musik organ yang pernah kita dengar, yang menyentuh hati kita, yang membuat kita rindu akan Kurban Misa, rindu akan Tuhan sendiri.

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/mengkontemplasikan-kurban-misa-1/

Leave a Reply