«

»

Oct 25

Print this Post

MISA LATIN – FORMA ORDINARIA

Introitus (Mzm. 17:1)

Ego clámavi, quóniam exaudísti me, Deus; inclína aurem tuam, et exáudi verba mea. Custódi me, Dómine, ut pupíllam óculi; sub umbra alárum tuárum prótege me. (Kepada-Mu aku berseru, sebab Engkau menjawab aku, ya Allah; condongkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku! Jagailah aku sebagai biji mata; dibawah naungan sayap-Mu sembunyikanlah aku! )

Pada hari / tanggal: Sabtu, 18 Oktober 2015, tepat pukul 18.30 WIB Komunitas Liturgia Latina St. Yohanes XXIII menyelenggarakan Misa Kudus Forma Ordinaria dalam bahasa latin untuk Minggu biasa ke – XXIX di Gedung PUSPAS, Pontianak. Misa kudus dipersembahkan oleh Yang Mulia, Mgr. Hieronymus Herculanus Bumbun, Uskup Agung Emeritus Pontianak.

Mungkin ada yang bertanya, “Bukankah Misa latin itu hanya boleh dirayakan dalam bentuk misa sebelum Konsili Vatikan II( Forma Extraordinaria)?” Perlu ditekankan bahwa justru Misa kudus dalam bahasa latin dengan bentuk biasa (Forma Ordinaria) dijunjung tinggi oleh Gereja. Bahasa latin mendapat tempat utama dalam perayaan Ekaristi ritus latin walaupun bahasa vernakular (bahasa daerah) dapat digunakan juga pada liturgi asalkan mendapat izin dari tahta suci Vatikan (bdk. Kan. 928 – Perayaan Ekaristi hendaknya dilaksanakan dalam bahasa latin atau bahasa lain, asalkan teks liturginya sudah mendapat aprobasi secara legitim.). Dengan bahasa latin, Gereja bermaksud untuk merangkul umat beriman justru memerlukan bahasa yang tidak berubah dan tidak vernakular (Paus Pius XI, Officiorum Omnium -1922). Umat tidak perlu khawatir jika tidak mengerti bahasa latin, karena juga disediakan booklet / Tata Perayaan Ekaristi dalam dwi bahasa: Latin – Indonesia.

Misa kudus berlangsung dengan khidmat dengan lagu – lagu gregorian serta polifoni suci oleh kelompok koor Alyans. Seturut bacaan Sabda pada Minggu biasa ke – XXIX mengenai melayani, Mgr. Hieronymus Bumbun mensoroti pelayanan yang hanya tindakan/perbuatan (action) saja, namun melupakan prinsip pelayanan yang diwartakan oleh Yesus Kristus.

Cara menyambut komuni pun dengan menggunakan lidah. Tidak ada yang salah menerima komuni di tangan dalam misa Kudus Forma Ordinaria. Perlu diketahui juga, cara menyambut tubuh Kristus dengan lidah merupakan cara / norma Gereja Katolik, sedangkan menerima komuni dengan tangan adalah cara yang perlu izin (recognition) dari Tahta Suci Vatikan. Hal ini tercantum dalam dokumen Redemptionis Sacramentum, No. 92: “Walaupun tiap orang tetap selalu berhak menyambut komuni dengan lidah jika ia menginginkan demikian, namun kalau ada orang yang ingin menyambut komuni di tangan, di wilayah-wilayah di mana Konferensi Uskup setempat, dengan RECOGNITIO oleh Takhta Apostolik yang telah mengizinkannya, maka hosti harus diberikan kepadanya. Akan tetapi harus diperhatikan baik-baik agar hosti dimakan oleh si penerima pada saat masih berada di hadapan petugas komuni; sebab orang tidak boleh menjauhkan diri sambil membawa Roti Ekaristi di tangan. Jika ada bahaya profanasi, maka hendaknya komuni suci tidak diberikan di tangan.”

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/misa-latin-forma-ordinaria/

Leave a Reply