«

»

Mar 05

Print this Post

Misa Traditional hadir kembali di Pontianak.

“Misa Tridentin adalah batu loncatan untuk bergerak maju dengan pembaharuan terhadap pembaharuan Liturgi. Mengizinkan penggunaan bentuk Tridentin lebih luas tidak hanya untuk mendamaikan individu-individu dan kelompok-kelompok yang tidak puas dengan pembaharuan Liturgi sekarang ini, tetapi juga mendamaikan seluruh Gereja dengan masa lalu Gereja. Saya hendak mendesak para uskup untuk membiasakan diri mereka sendiri dengan Misa Tridentin sebagai sarana untuk mendapatkan formasi liturgis mereka yang lebih dalam dan sebagai poin referensi yang dapat diandalkan untuk mewujudkan pembaharuan Liturgi di dalam Gereja lokal (keuskupan). Uskup juga seharusnya mendorong para seminarisnya untuk membiasakan diri mereka dengan Misa Tridentin.” – Paus Benediktus XVI.

Seturut Motu Proprio Summorum Pontificum (2007) mengenai Misa Latin Tradisional (Misa Tridentin) yang dikeluarkan oleh Paus Benediktus ke XVI, perkembangan misa Latin kembali digalakkan di berbagai paroki. Tak ketinggalan Keuskupan Agung Pontianak akhirnya dapat kembali merasakan suasana misa Traditional, yang juga dirasakan dan dilangsungkan oleh para Santa&Santo.

Umat mulai memasuki kapel dan kaum wanita yang memakai mantila

Umat mulai memasuki kapel dan kaum wanita yang memakai mantila


Hadirnya kembali misa Traditional ini tidak terlepas dari peran dan perjuangan dari banyak pihak termasuk dari seorang pemuda penggiat liturgi alm.Robby Kristian Sitohang yang merindukan sebuah misa yang jauh dari pelanggaran Liturgi seperti yang masih kerap terjadi pada misa Novus Ordo (misa yang kita kenal saat ini). Perjuangan dalam mewujudkan kembali Misa Traditional ini memang disertai dengan beberapa kendala, namun semuanya itu dijadikan sebagai sebuah motivasi bagi kelompok St. Yohanes XXIII untuk terus berjuang dalam mewujudkan misa Traditional ini.
Misa Traditional kembali hadir di Pontianak

Misa Traditional kembali hadir di Pontianak


Perjuangan mulai menunjukkan titik terang tatkala pada tgl 15-05-2014 Mgr. Hieronimus Bumbun tidak hanya memberikan izin untuk menyelenggarakan kembali misa Traditional ini namun beliau sendiri berkenan membawakan nya. Sejak saat itu pula kelompok St. Yohanes XXIII mulai mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk segera terwujudnya misa Traditional ini. Perjuangan dalam mencari Gereja yang sesuai untuk pelaksaan misa pun terus dilakukan, hingga pada akhirnya pencarian jatuh pada sebuah kapel di Rs. St.Antonius dan pada tgl 3-feb-2015 Sr. Barbara SFIC memberikan izin penggunaan kapel Rs.St.Antonius.
umat berbaris hendak menyambut Komuni.

umat berbaris hendak menyambut Komuni.


Komuni Lidah yang digunakan pada misa Traditional

Komuni Lidah yang digunakan pada misa Traditional


Banyak pula kesan dan pesan positif yang tertangkap dari para umat,termasuk mereka yang kebanyakan baru mengenal adanya misa Traditional ini. Dari Suster-suster SFIC yang berusia cukup lanjut, memberikan testimoni bahwa mereka menjadi mengingat kembali misa Traditional ini yang pernah mereka ikuti saat masa muda dahulu. Dan misa Traditional yang mereka ingat sebagai sebuah misa yang menonjolkan keheningan dan ketenangan saat misa berlangsung. Respon positif lain nya datang dari pastor Ambros.Pr yang hadir pada misa tersebut. Pastor Ambrose.Pr sendiri mengatakan bahwa misa seperti ini memang harus dilestarikan dan beliau berkenan membawakan misa Traditional yang selanjutnya.
Mgr.Emeritus Hieronymus Bumbun berfoto bersama koor Allyans dan server yang bertugas.

Mgr.Emeritus Hieronymus Bumbun berfoto bersama koor Allyans dan server yang bertugas.


~Ad Jesum per Mariam~

sumber bantuan : http://www.indonesianpapist.com/2013/10/imam-imam-baru-dan-misa-tridentin.html
teriring doa kepada saudara, sahabat, teman, guru kami tercinta: alm.Robby Kristian Sitohang,ST.
“Via Veritas Vita Obligavit me ad columna et Firmamentum veritatis, quod supra Petrus ipse aedificavit. -Indonesian Papist.” “Sang jalan, Kebenaran dan Hidup telah mengikatku di dalam Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran yang IA sendiri dirikan di atas Sang Batu Karang,- Indonesian Papist.”
Pax et bonum sit simper vobiscum

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/misa-traditional-hadir-kembali-di-tanah-borneo/

Leave a Reply