«

»

Jan 17

Print this Post

SEJARAH ALTAR

Jika kita berkunjung ke Gereja kuno, kita akan mendapati sebuah altar lama (jika tidak dihancurkan) dimana “menuntut” seorang Imam mempersembahkan Misa menghadap ke timur. Mengapa menghadap ke timur?

Walau tradisi ini sudah jarang dipraktekkan pada zaman sekarang, tetapi perlu kita  ketahui juga mengapa dulu umat dan Imam merayakan Misa menghadap ke timur. TERNYATA memiliki landasan perjalanan sejarah dan  teologis!

Altar merupakan elemen atau benda yang tertua dalam Misa. Pada awal kekristenan yang masih dianggap illegal, Ekaristi biasanya dikurbankan di rumah – rumah umat beriman. Altar bisa saja menggunakan meja makan atau sejenis peti kayu yang membawa bahan – bahan untuk merayakan Ekaristi dari tempat ke tempat.

Altar mati ( tidak dapat dipindah – pindah)  terbuat dari batu sudah lazim pada zaman Kaisar Konstantin Agung, dimana pada zaman itu Kekristenan tidak lagi menjadi suatu yang illegal. Altar kayu masih digunakan untuk sementara waktu, begitu juga dengan altar berbahan logam. Seiring perjalanan waktu,  altar batu menjadi pilihan karena berlangsung lebih baik daripada berbahan kayu dan logam  yang tidak tahan kerusakan.

Pada tahun 517, sidang Profincial Epeaune, Perancis memutuskan altar harus terbuat dari batu. Namun, hanya keputusan daerah saja. Altar menempel pada dinding pun menjadi popular, sehingga Imam merayakan Misa menghadap ke timur, begitu juga dengan umat yang hadir. Menjadi suatu simbolis, yakni melihat Kristus sebagai sang fajar, terang sejati yang ‘terbit’ bagi semua orang;

  • “Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelahtimur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.” (Matius 24:27)
  • “Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintangtimur terbit bersinar di dalam hatimu.” (2 Petrus 1:19)
  • “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintangtimur yang gilang-gemilang.” (Wahyu 22:16)

Altar kayu masih dipakai bahkan sampai pada abad ke 9. Setelah abad ke – 9, altar kayu sudah jarang lagi dipakai dalam Gereja Latin. Altar kayu tetap atau masih dipakai di Gereja Yunani sampai hari ini.

Mengapa Altar tradisional terbuat dari batu ? alasan teologisnya adalah karena Kristus merupakan batu penjuru, sang batu hidup. Maka benarlah bahwa altar melambangkan Kristus itu sendiri

  1. “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.” (Efesus 2: 19-20)
  2. “Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” “

Pada abad pertengahan, altar mulai dirancang dengan sangat indah. Altar di hiasi dengan patung – patung, lukisan, penempatan relikwi dan tentu saja tabernakel di tengahnya. Pada abad ke – 20,  banyak Gereja mendirikan altar yang tidak menempel dinding lagi. Dengan demikian, imam merayakan Misa menghadap umat.  Meskipun hingga sekarang altar berbahan batu diutamakan, namun penggunaan bahan lain seperti kayu solid (seperti di Amerika Serikat) atau bahan lain diperbolehkan  menurut Konferensi para Uskup setempat. (Kan. 1236 § 1).

Kini, menghadap timur dalam merayakan Ekaristi tidak lagi menjadi keutamaan. Altar dan salib tetap harus menjadi pusat perhatian umat beriman dalam perayaan Ibadat Ilahi.

sumber: https://spesalvifactisumus.wordpress.com/2015/01/17/sejarah-altar/

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/sejarah-altar/

Leave a Reply