«

»

May 07

Print this Post

Sejarah Singkat Doa “Angelus”

Ρutra – putri Bunda Maria!

Siapa diantara kita yang tidak mengenal doa “Malaikat Tuhan” atau dalam bahasa latin “Angelus Domini”? Setiap kali lonceng Gereja berbunyi ( pukul 06.00; 12.00; 18.00), kita diingatkan untuk berdoa “Malaikat Tuhan”. Doa Malaikat Tuhan tepatnya didoakan pada Masa diluar Paskah, karena Masa Paskah kita mendoakan “Ratu Surga” atau “Regina Caeli”.

Apakah lukisan di atas familiar bagi anda ? Lukisan itu dibuat oleh Perancis Jean-Francois Millet pada abad ke-19, menggambarkan dua petani berhenti bekerja sejenak untuk  berdoa angelus.

Doa Angelus ini mengajak kita untuk menghormati Bunda Maria dan karya penyelamatan Allah ( Peristiwa inkarnasi [bdk. “Sabda sudah menjadi daging, dan tinggal diantara kita”)

Doa Angelus

Maria diberi kabar oleh Malaikat Tuhan,
bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus.

Salam Maria …

Aku ini hamba Tuhan,
terjadilah padaku menurut perkataanmu.

Salam Maria …

Sabda sudah menjadi daging,
dan tinggal di antara kita.

Salam Maria …

Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah,
supaya kami dapat menikmati janji Kristus.

Doa:
Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia; curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya karena sengsara dan salib-Nya, kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami. Amin

.

Doa Angelus merupakan sebuah pengakuan iman atas Karya Keselamatan Allah di mana Sabda Allah telah menjadi daging melalui rahim Perawan Maria melalui Kuasa Roh Kudus. Isi pokok dari Doa Angelus adalah pengulangan tiga kali ‘Doa Salam Maria’ bersamaan dengan bunyi bel (Puji Syukur No. 15).

Doa Angelus sudah dimulai sejak tahun 1263 oleh Santo Bonaventura dalam Sidang Umum Ordo Fransiskan. Pada tahun 1475, Paus Sixtus IV memberikan indulgensi bagi mereka yang mendaraskan doa Angelus pada siang hari. Namun pada tahun 1517, oleh paus Leo X, memberikan indulgensi kepada siapapun yang mendaraskan baik pada pagi, siang maupun malam hari.. Selanjutnya Paus Pius V dalam tahun 1571 memperbaharui dan melengkapi bentuknya seperti yang kita kenal sekarang ini.

Paus St. Yohanes XXIII dalam catatannya tentang lonceng Angelus yang didentangkan pada pada pagi hari menggambarkan, lonceng dini hari merupakan tanda pergantian malam menjadi siang yang gemilang, pada saat itu langit menunduk untuk bertemu dengan bumi.

Paus St. Paulus VI dalam ensiklik “Marialis Cultus” menulis, “Doa ini sesudah berabad-abad tetap mempertahankan nilainya dan kesegaran aslinya.” Paus St. Yohanes Paulus II menandaskan bahwa Doa Angelus tak perlu diubah sebab bentuknya sederhana, diangkat dari Injil, dan asal muasalnya berkaitan dengan doa perdamaian dan misteri Paska.

Makna dalam Doa Angelus yaitu:

  1. Pada pagi hari untuk menghormati kebangkitan Kristus. Pesan yang terkandung bagi kita adalah Yesus yang telah bangkit dan bersama Kristus kita memulai dari dengan semangat kebangkitan.
  2. Pada siang hari untuk menghormati sengsara Kristus. Pesan bagi kita adalah di tengah pekerjaan kita yang berat, kita senantiasa ingat Kristus yang telah berkorban bagi kita.
  3. Pada sore hari untuk menghormati Inkarnasi Allah menjadi manusia. Pesan bagi kita adalah pada saat kita beranjak untuk beristirahat, ingatlah bahwa Allah selalu tinggal beserta kita.

 

 

https://spesalvifactisumus.wordpress.com/2015/05/07/serba-serbi-doa-angelus/

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/sejarah-singkat-doa-angelus/

Leave a Reply