«

»

Dec 27

Print this Post

Sementara sunyi senyap (introitus – dom. infra octavam Nativitatis Domini)

Dominica intra octavam Nativitatis Domini

(Hari Minggu dalam Oktaf Natal)

Introitus

(antifon pembukaan)

dum medium silentium

Dum médium siléntium tenérent ómnia, et nox in suo cursu médium iter háberet, omnípotens Sermo tuus, Dómine, de coelis a regálibus sédibus venit. (Sap. 18,14-15)

Dóminus regnávit, decórem indútus est: indútus est Dóminus fortitúdinem, et præcínxit se. (Ps 92:1)

Glória Patri, et Fílio, et Spirítui Sancto.

Sicut erat in princípio, et nunc, et semper, et in saecula saeculórum. Amen

Dum médium siléntium tenérent ómnia, et nox in suo cursu médium iter háberet, omnípotens Sermo tuus, Dómine, de coelis a regálibus sédibus venit.

Sementara sunyi senyap meliputi segala sesuatu dan malam mencapai separuh peredarannya, SabdaMu yang mahakuasa, ya Tuhan, turun dari surga dari tahta kerajaanMu. (Keb 18:14-15)

Tuhan meraja, Ia berdandan kemegahan, berdandanlah Tuhan, berikat pinggang kekuatan. (Mz 93:1)

Kemuliaan…

monks night

Renungan Singkat:

Antifon Pembukaan kali ini kembali mengingatkan kita apa yang terjadi pada malam Natal yaitu Sabda menjadi daging dan kembali menggarisbawahi waktu malam hari.

Meskipun ada orang-orang tertentu yang menggunakan malam senyap itu untuk melakukan kejahatan, ada orang lain yang bangun berjaga dan berdoa memuliakan Tuhan. Kita sering mendengar ada rahib yang bangun tengah malam untuk memuliakan Tuhan lewat pendarasan mazmur.

Mereka mengingatkan kita, Tuhan mendatangi manusia kapanpun termasuk ketika kita terlelap tidur. Tuhan telah mengingatkan kita untuk selalu berjaga-jaga karena kedatanganNya tidak bisa dijadwalkan. Apa yang mesti kita lakukan ketika kita terlelap tidur dan itu sudah bagian dari hidup rutin kita? Kita patut bersyukur karena para rahib mengorbankan waktu tidur yang terbaik untuk berjaga-jaga bukan hanya untuk diri mereka tetapi juga untuk semua orang.

Mintalah para rahib mendoakan kita. Jiwa dan raga kita akan tenang di malam hari karena kita tahu ada yang berdoa bagi kita. Selain itu, tidaklah berlebihan jika kita mengingat mereka terutama dalam hal materi. Mereka tidak membutuhkan terlalu banyak. Jika kita tidak kenal rahib, kita bisa meminta kaum biarawan-biarawati dan para imam untuk mendoakan dan mengingat kita dalam Ibadat Harian (brevir) mereka. Ini juga membuat mereka setia menjalankan Ibadat Harian.

Kadang kita terbangun di tengah malam atau tidak bisa tidur. Dari pada menghidupkan TV atau melanglangbuana di internet, mengapa kita tidak berdoa? Misalnya berdoa rosario. Ambillah tengah malam ini sebagai kesempatan untuk berjumpa dengan Tuhan.

Kebanyakan di saat manusia tidur lelap, Tuhan datang.

praying rosary2

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/sementara-sunyi-senyap-introitus-dom-infra-octavam-nativitatis-domini/

Leave a Reply