«

»

Dec 11

Print this Post

Sukacita Adven (Dominica III Adventus – Introitus)

gaudete lilin

Masa Adven adalah masa penantian. Tetapi yang disebut ‘menanti’ atau ‘menunggu’ seringkali mengelisahkan, mencemaskan, menegangkan. Jika demikian, apalagi pada hari Minggu ketiga masa Adven kita diminta bersukacita, bagaimana kita menghubungkan tindakan menanti ini (masa Adven) dengan sukacita?

Gaudéte in Dómino semper: íterum dico, gaudéte. Modéstia vestra nota sit ómnibus homínibus: Dóminus enim prope est. Nihil sollíciti sitis: sed in omni oratióne petitiónes vestræ innotéscant apud Deum (Phil 4:4-6).

Benedixísti, Dómine, terram tuam: avertísti captivitátem Iacob (Ps 84:2).

Glória Patri, et Fílio, et Spirítui Sancto.

Sicut erat in princípio, et nunc, et semper, et in saecula saeculórum. Amen.

Gaudéte in Dómino semper: íterum dico, gaudéte. Modéstia vestra nota sit ómnibus homínibus: Dóminus enim prope est. Nihil sollíciti sitis: sed in omni oratióne petitiónes vestræ innotéscant apud Deum

-***-

Bersukacitalah selalu dalam Tuhan: sekali lagi aku berkata, bersukacitalah. Biarlah kebaikan hatimu diketahui segala orang: sebab Tuhan telah dekat. Jangan kuatir: tetapi nyatakanlah permohonanmu kepada Allah dalam segala doa (Fil 4:4-6).

Engkaulah ya Tuhan, telah memberkati tanahMu, Engkalu telah memulihkan nasib Yakub (Mz 84[85]:2).

Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

Saya usulkan kita mengambil pengalaman ibu yang sedang menantikan kelahiran anaknya. Ibu yang lagi mengandung tentunya di satu pihak mengalami kecemasan, ketegangan, bahkan rasa sakit, tetapi di lain pihak juga mengalami sukacita. Ibu bersukacita karena sebentar lagi anaknya akan lahir. Dan sukacita ibu itu melampaui kecemasan, stress dan rasa sakitnya.

Demi anaknya yang ada dalam kandungannya, si ibu tentunya akan memperhatikan apa yang ia lakukan. Terlebih lagi ketika ibu mulai mempersiapkan segala kebutuhan bayi saat si bayi lahir. Persiapan ini mencapekkan, tetapi tetap dilakukan dengan sukacita demi si bayi sebentar lagi akan lahir.

gaudete tlm

Masa Adven mengingatkan kita akan kedatangan Tuhan. Kita bisa merenungkan kedatangan Tuhan itu dalam tiga cara. Yang pertama adalah kedatangan Tuhan dalam sejarah manusia di mana Sabda menjadi daging. Inilah yang kita rayakan pada hari raya Natal. Adalah kebiasaan yang baik mempersiapkan diri untuk Natal. Di antara persiapan bagaimana membuat Natal meriah, kita juga perlu mempersiapkan jiwa kita seperti pergi mengaku dosa, menahan diri untuk tidak merayakan Natal dalam masa Adven, berdoa lebih lama dan lebih sering dari biasanya, berpuasa dan berpantang.

Yang kedua adalah ketika Tuhan datang menjemput kita pada saat kematian. Hidup kita di dunia ini adalah persiapan kita menuju Surga. Kita diciptakan dan dilahirkan untuk Surga. Dan tentunya kita bebas menerima dan menolak masuk surga. Masa Adven adalah masa yang tepat untuk memikirkan sejauh mana kita mengarahkan hidup kita ke Surga. Kebiasaan baik yang kita bangun selama masa Adven, kita perlu lanjutkan di luar masa Adven, sehingga kita selalu siap menerima Tuhan yang kita tidak tahu hari kedatangannya.

Yang ketiga adalah kedatangan Tuhan yang keduakalinya di mana Dia akan mengumpulkan segala bangsa untuk Penghakiman Terakhir. Harapan kita untuk masuk dalam golongan yang terberkati pada Penghakiman Terakhir adalah hal yang patut membuat kita untuk selalu bersukacita selama hidup kita di dunia. Sukacita ini melampaui ketidaknyamanan, penderitaan, stress karena ketaatan kita kepada Tuhan dan perintah-perintahNya. Jika Surga adalah tujuan hidup kita, kita akan mampu mengatakan TIDAK terhadap dosa meskipun itu membuat kita berkorban.

Maka dari itu, bersukacitalah selalu, Tuhan segera datang.

Permanent link to this article: http://www.missalatina.org/sukacita-adven-dominica-iii-adventus-introitus/

Leave a Reply